Posted by : 91oskm2013
Jumat, 23 Agustus 2013
Resume Seminar OSKM 2013
By : Linda Permata (16413089)
Hari ini, acara OSKM 2013 agak istimewa nih. Walaupun padat dengan seminar, seminar, seminar, dan seminar, acara hari ini agak istimewa. Istimewa kenapa? Yang pertama adalah pembawa acara yang istimewa yaitu Miss Indonesia 2011, Maria Selena. Kakak ini alumni SBM ITB juga. Keistimewaan yang kedua, acara ini dihadiri pembicara yang luar biasa pula, diantaranya :
- Menteri Perdagangan RI, Bapak Gita Wirjawan
- Pemberdaya listrik di lebih dari 60 wilayah terpencil di Indonesia, Ibu Tri Mumpuni
- WANADRI, Indra Hidayat dan Ilham Fanzi
- Riset Indie, Saska
SEMINAR OSKM 2013
Pembicara : Menteri Perdagangan RI, Bapak Gita Wirjawan
"If you want it, you'll get it"Begitulah quote pertama yang disampaikan pak menteri. Kita sebagai mahasiswa ITB yang konon merupakan calon pemimpin bangsa (Amin) harus memiliki semangat itu. Semangat ini diperlukan karena bila suatu saat nanti kita menjadi pemimpin bangsa, kita harus menjadi pemimpin muda yang berkualitas. Nah, berkaitan dengan tema OSKM 2013 tentang Kearifan Lokal, pemimpin muda bangsa tidak boleh meninggalkan semangat kearifan lokal ini. Kenapa?
Gangnam style sudah dikenal masyarakat dunia sebagai hallyu wave (south korean wave). Pertanyaannya kenapa Indonesia tidak mampu menjadi seperti itu sedangkan warga Korsel bisa? Mungkin jawabannya ada pada basis yang mereka gunakan. Korsel bisa mengembangkan industrinya seperti sekarang ini (termasuk industri elektronik dan musiknya) karena para petani yang sudah sukses melakukan diversifikasi dengan berkontribusi di pembuatan alat-alat elektronik tersebut. Sehingga setelah 20-30 tahun, Korsel bisa semandiri sekarang.
Lihat, warga Korsel tidak melupakan kelokalan mereka sebagai petani, namun justru berkembang dari situ. Maka sekarang waktunya Indonesia berkembang menjadi seperti itu. berbekal kemandirian teknologi, kekayaan budaya, kesinambungan teknologi, dan kemahiran ekonomi, kita ciptakan gangnam kita sendiri. Kenapa?
Karena Indonesia, Asia, perekonomiannya berkembang secara dinamis. Dengan pertumbuhan ekonomi 6%, dalam jangka waktu sekitar 30 tahun ke depan, kue ekonomi kita akan meningkat dengan pesat sampai dengan perkiraan 600 ribu triliun rupiah. Tugas kita nih, mewujudkan itu dengan tidak menghilangkan merah putih kita....
Namun pasti kita dihadapkan pada tantangan. Tantangan yang harus dihadapi salah satunya adalah sulitnya meningkatkan produktivitas tenaga kerja di Indonesia. Tenaga kerja dengan basis teknologi, pluralisme, budaya, dan demokrasi lah yang diharapkan. Namun nyatanya? Bisa Anda jawab sendiri.
Sebenarnya muara permasalahan ada di pendanaan dan pendidikan. Dana 20% dari total anggaarn Indonesia di alokasikan untuk pendidikan, namun karena kurang mau belajar, akhirnya kesempatan demi kesempatan hilang dari hadapan Indonesia.
Pada intinya Indonnesia membutuhkan pemimpin yang bisa menjawb tantangan bangsanya dengan kritis dan responsif, sehingga akhirnya, pesan pak menteri:
"Jadilah garuda-garuda yang kreatif, terampil, berteknologi, dan berkebangsaan"
"Sehingga lahirlah pemimpin yang berbangsa dan berKEARIFAN LOKAL"
CINTA TANAH AIR
Pembicara : Indra Hidayat
Seminar kedua adalah tentang Cinta kepada Tanah Air, Indonesia. Materi ini dibawakan oleh Kak Indra, alumni FTMD ITB. Kak Indra tergabung dalam WANADRI, yang sudah mencapai prestasi gemilang dengan mendaki 7 puncak tertinggi di gunung-gunung di dunia.
Kalo ngomongin PA, pasti identik dengan pendakian. Mendaki gunung juga termasuk bentuk kita mencintai bangsa ini lo...dengan mencintai alamnya.
Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Deklarasi Djuanda, kita sudah sepenuhnya memiliki tanah air ini termasuk wilayah kelautannya. Tambahan : tanpa peluru satu pun.
Indonesia punya alam dan budaya yang sangat beragam, sehingga pluralitas dan kesatuuan harus dijaga. Diharapkan nih, bangsa Indonesia menjadi trendsetter budaya, bukan malah menjadi korban intervensi budaya negara lain.
Jadi, karena sudah difasilitasi alam dan budaya yang berharga ini, seharusnya kita sadar diri, sadar lingkungan, dan sadar tujuan. Sadarlah bahwa kitalah, rakyat muda Ganesha, yang akan menjadi pemimpin bangsa Indonesia kelak.
Ini adalah kata-kata Kak Indra yang menarik perhatian saya
"Harusnya Indonesia itu negara kelautan yang bertabur pulau, bukannya negara kepulauan... Coba deh cek, kan lautnya lebih banyak.. :) "
INTEGRITAS & KOMPETENSI
Pembicara : Ibu Tri Mumpuni
Setiap orang punya pengetahuan dan perasaan. Kedua hal ini entah bagaimana bila digabungkan akan menjadikan orang ke 2 kutub yang berbeda :
- mampu membaca Indonesia dengan baik
- mambaca Indonesia untuk diri sendiri
Nah sebagai calon pemimpin bangsa, kita bisa mengambil jalan hidup nomor 1 dengan alternatif seperti ini : berwirausaha. Karena setiap oarng itu unik, ia pasti mampu membuat usaha yang khas dia sendiri. Hal yang perlu diperhatikan adalah bila melakukan wirausaha untuk kemandirian bangsa, harus dilakukan dengan manusiawi agar tidak terjadi ketidakmerataan sentuhan kita.
Untuk meningkatkan integritas dan kompetensi bangsa Indonesia, kita juga dapat berperan seperti :
- memperbaiki visi pembangunan ; dibangun akses pda SETIAP manusia untuk bisa hidup lebih baik
- perubahan paradigma investasi ; dibangun pemikiran untuk meningkatkan investasi ke lokal dan nasional ketimbang ke asing
SEMINAR RISET INDIE
Pembicara : Saska
Riset Indie melakukan sebuah penelitian kolektif sosial ekonomi dan media. Riset Indie bertujuan menyalurkan energi berlebih seperti halnya kita berekstrakurikuler.
Riset ini berperan sebagai inkubator ide yang memilih topik-topik fresh sehingga bisa dijadikan ide perusahaan.
Sampai saat ini, beberapa project telah dijalankan oleh Riset Indie, seperti Polaroid Project, Project Alinea, dan Angkot Day (yang akan dilaksanakan pada 20 September 2013).
Projek terbaru yang menarik adalah angkot day, dimana pada hari itu angkot akan bisa tertib, aman, nyaman, dan gratis untuk jalur tertentu.
Yuk, kita doakan semoga proyek ini sukses dan kita bisa menikmati gratisnya :)
SEKIAAAN
