Posted by : Pengguna android
Jumat, 23 Agustus 2013
Kemahasiswaan
ITB berwal pada 2 september 1920 ketika sebuah organisasi bernama
Bandungse Student Corps (BSC ) berdiri. Namun, karena krang mewakili
aspirasi mahasiswa pribumi dan mahasiswa Cina,
maka mahasiswa pribumi dan Cina membentuk organisasi baru bernama
Indische Studenten Vereneging (ISV), walaupun pada akhirnya mahasiswa
Cina memisahkan diri dan membentuk organisasi sendiri. Kemudian,
mahasiswa Indonesia ini turut andil dalam membangkitka kesadaran bangsa
Indonesia untuk merdeka.
Beberapa
bulan sebelum kemerdekaan, tepatnya pada 13 april 1945 lahirlah Senat
Mahasiswa Fakultas Teknik Bandung (SMFTB). Ketika itu ITB yang kita kenL
SEKARANG MASIH BERNAMA Institute of Tropical Science-Kogyo Daigaku.
Barulah setelah 15 tahun kemerdekaan, kemahasiswaan terpusat ITB
dibentuk menjadi Dewan Mahasiswa ITB sebagai badan
eksekutif mahasiswa. Kemahasiswaan ITB pun semakin aktif terbukti dai
kintribusa mahasiswa ITB dalam rangka mendukung usaha pembebasan Iria
Barat, aksi tritura dan aksi anti PKI.
Pada
tahun 1966, dibentuk Keluarga mahasiswa ITB sebagai kemahasiswaan
terpusat di ITB menggantikan Dewan Mahasiswa yang semua kegiatannya
dikonsentrasikan untuk menegakkan stebilitas nasional. Hal ini disertai
denga pembentukan badan legislative dan organisasi ekstra umum
Kemahasiswaan
ITB kembali memanas ketika terjadi konfrontasi dengan ABRI yang
terbunuhnya seorang mahasiswa ITB Rene L. Conrad, gerakan anti lapar
pada tahun 1971 dalam rangka memprotes penanganan BULOG, dikeluarkannya
petisi 5 Oktober yang memprotes pelaksanaan korupsi, penyalahgunaan
kekuasaan dan pengangguran, lalu puncaknya adalah peristiwa Malari.
Dipelopori oleh Herry Achmadi dkk, pada
tahun 1978, diperkenalkanlah sebuah konsep mendasar tentang pengentasan
rakyat Indonesia dari segala bentuk pembodohan dalam rezim Soeharto
dengan mengajarkan demokrasi pemilihan langsung ketua DEMA ITB. Sebuah
gersksn ysng kemudian dikenal dengan Geraka Anti Kebodohaan (GAP). Tidak
hanya itu, mereka kemudian menerbitkan “Buku Putih Perjuangan Mahasiswa
Indonesia” dan aksi klimaks yang mengeluarkan pernyataan sikap yang
diwujudka dalam spanduk besar bertuliskan “ Tidak Mempercayai Lagi
Soeharto Sebagi Calon Presiden” yang berdampak didudukinya kampus ITB
oleh militer selama 6 bulan dan hanya mahasiswa baru angkatan 1978 saja
yang boleh berkuliah. Peristiwa ini lalu berlanjut dengan dikeluarkannya
NKK/BKK dan pembubaran DEMA. Pada masa ini, kegiatan kemahasiswaan ITB
dikembalikan kepada himpunan mahasiswa masing-masing.
Karena
kebutuhan mahasiswa akan kemahasiswaan terpusat, maka pada 20 januari
1966 berdirilah KM-ITB dari hasil muker Ciwidey yang melibatkan
elemen-elemen kampus. Kemahasiswaan ITB kembali berkontribusi dalam
menumbangkan orde baru pada tahun 1998, dan banyak kegiatan
kemahasiswaan lainnya hingga sekarang KM-ITB masih berdiri dengan
Zulkaida Akbar sebagai ketua cabinet KM-ITB peiode 2007/2008
