Hari ini kami, mahasiswa baru, dibekali beberapa seminar yang bermanfaat dari narasumber yang kompeten di Sabuga. Berikut ringkasannya:
1. Meningkatkan Perekonomian Indonesia dengan Merawat Kearifan Lokal
oleh : Gita Wirjawan (Mentri Perdagangan Indonesia)
Perekonomian Indonesia menempati urutan ke-15, untuk mengembangkannya Indonesia butuh pemimpin muda yang menjaga kearifan lokal, yaitu pemuda yang proaktif terhadap kemajuan teknologi, kesinambungan demokrasi, budaya, dan ekonomi. Indonesia sedang melalui masa transformasi,, dengan tantangan meningkatkan 60% produktifitasnya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7%.
Kesenjangan ekonomi di Indonesia semakin meningkat, ntuk itu kita perlu meanamkan modal dan industrilisasi di luar Pulau Jawa karena hanya 40% investasi terjadi di luar Jawa.
Kesimpulannya Indonesia perlu pemimpin yang kreatif, terampil, melek teknologi, dan berbudaya.
2. Cinta Indonesia
oleh : Wanadri
Indonesia merupakan negara yang sangat kaya, dengan kultur budaya yang menyebar di setiap penjuru (batak, jawa, betawi, sunda, dll.). Namun, berbagai permasalahan pun muncul, seperti intervensi budaya, bencana, rawannya wilayah perbatasan, hingga kecenderungan masyarakat Insonesia yang masih berorientasi pada daraatan, padahl Indonesia adalah negara kelautan. Untuk mengenal Indonesia, kita harus sadar diri, sadar lingkungan, dan sadar tujuan.
3. Integritas dan Kompetensi Pemuda Alumni ITB untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa
oleh: Bu Tri Mumpuni
Manusia memiliki dua aspek yaitu pengetahun (logika) dan perasaan (empati), kedua aspek ini harus berjalan secara berkesinambungan dan seimbang untuk menghasilkan manusia yang dapat membaca Indonesia dengan baik.
Jika dipandang dari segi umum, saat ini ekonomi berfungsi untuk membuat keadaan seimbang antara invetasi dan konsumsi untuk bertumbuh, makin tinggi pertumbuhan maka makin tinggi pula perkembangan, tanpa peduli kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan. Solusinya adalah kewirausahaan sosial, yaitu setiap orang melakukan apa yang disukai sebaik-baiknya dengan didasari hati dan empati sehingga menghasilkan hasil yang baik.
Dari gambaran tersebut ditarik kesimpulan bahwa peran kita adalah
- perbaikan visi pembangunan, dengan memberi akses ke setiap orang
- perubahan paradigma investasi, dari sistem yang mementingkan pemilik modal dan industri menjadi sistem pemanfaatan SDA untuk kepentingan lokal
4. Riset Indie
oleh : Saska
Riset Indie adalah sebuah komunitas penyalur aktifitas yang melakukan kolektif penelitian di berbagai bidang seperti ekonomi, sosial, dan budaya dengan memilih topik yang dianggap seru dan menarik menjadi sebuah ide usaha. Daalm bekerja, riset indie melakukan riset dan menciptakan inovasi dengan menggabungkan berbagai bidang keilmuan dalam setiap proyeknya. Beberapa proyek Riset Indie diantaranya Polaroid, Alinea (animatronic), dan Angkot Day.
Oleh Nobi Nublatul Hafilah (16113101)
