Posted by : Pengguna android Kamis, 22 Agustus 2013



Melalui OSKM ITB 2013 kita diharapkan mampu memiliki sifat K3 agar kita menjadi mahasiswa ITB yanga ideal sejak kita baru diterima sebagai mahasiswa karena jika dasar kita sudah kuat maka kedepannya pun kita akan mudah berkembang menjadi mahasiswa yang lebih ideal sehingga menjadi mahasiswa yang berkarakter terbaik di Indonesia. K3 itu memiliki hubungan yang erat satu sama lain dan jika kita sudah melakukan sikap kritis makan dengan sendirinya juga bersikap kreatif dan konstruktif. Berikut penjelasannya : [catatan: (K3 bukan kuliah, kerja , kawin ya)]

1.       Kristis

        Sikap kritis sangat diperlukan ditengah arus globalisasi yang semakin meningkat di dunia remaja apalagi kita yang baru saja diterima menjadi mahasiswa baru di ITB. Apalagi sikap kritis itu dapat memberikan dampak positif bagi kita dan orang lain . Sekarang saya akan menjelaskan apa itu pengertian dari berpikir kritis.
        Kritis berarti tanggap terhadap semua hal baru tanpa langsung mengikuti, tetapi lebih dulu menilai hal-hal tersebut. Kita sebagai mahasiswa yang bukan siswa lagi sebaiknya memiliki sifat tersebut karena banyak manfaat yang kita peroleh dari berpikir kitis . Salah satunya adalah kita tidak terjerumus ke hal buruk dari hal yang baru tersebut .Selain itu, kita juga dapat memberi dampak positif kepada setiap orang dengan menyelamatkan mereka dari pengaruh buruk dari hal baru tersebut.contohnya : Banyak di kalangan remaja saat ini yang cara berpakaiannya ala “Barat” deh, apalagi saat ini lagi nge-trend. Kita sebagai mahasiswa seharusnya dapat bersifat kritis dengan tidak langsung menerima perubahan tersebut dan dapat mengusai diri untuk tetap menjaga budaya bangsa timur yang sopan. Apa salahnya jika kita sudah tau kalau berpikir itu berdampak baik bagi kita semua , sekarang kembali ke diri kita apakah kita mau melakukannya? Lakukan yang baik atau tidak!!!

2.      Kreatif

       Di masa yang penuh dengan persaingan yang cenderung mengarah kepada kebebasan untuk berkarya , seharusnya kita memiliki sifat kreatif agar kita dapat maju dan sukses. Walaupun kita pintar tetapi tidak kreatif pasti akan kalah bersaing dibandingkan teman kita yang biasa2 saja namun kreatif. Setelah kita berpikir kritis kita dapat bersikap kreatif untuk mensosialisasikan agar teman kita juga ikut melakukan hal yang baik. Kreatif ibarat nilai plus untuk tambahan dari skill yang kita miliki. Sebaiknya kita memiliki sifat tersebut . Berikut tips agar kita dapat kreatif:
          
           Berpikir, semua bisa dilakukan

        Yakinlah, sesuatu yang akan kita kerjakan mampu kita selesaikan. Artinya, harus optimis. Buang ungkapan bernada pesimis. Misal, ”Saya mungkin bisa mengerjakan”. Ganti dengan ungkapan penuh optimisme. Contoh, ”Saya pasti bisa mengerjakannya”, ”Bagi saya tidak ada kata menyerah!”. Pernyataan optimis melatih kita berani masuk ke persoalan. Pola pikir pun berkembang, karena dipaksa memeras otak untuk mewujudkan tekad itu.
  
Hilangkan cara berpikir konservatif

          Pola berpikir konservatif ditandai dengan kekhawatiran untuk menerima perubahan, meski perubahan itu menguntungkan. Karena ingin mempertahankan gaya konservatif, perubahan ditanggapi secara dingin, bahkan dipersepsikan sebagai ancaman. Karena merasa nyaman atau diuntungkan dengan cara konservatif, ketika dituntut untuk mengubah pola pikir, kita takut akan mengalami kerugian. Hendaknya disadari, cara berpikir konservatif memasung pemikiran kreatif karena pikiran dibekukan oleh sesuatu yang statis. Padahal dalam berpikir kreatif unsur statis semestinya dihilangkan. Mulailah berpikir dinamis, dengan terus mengolah pemikiran untuk menemukan pola pikir efektif. 
Ada tiga cara mengurangi atau menghilangkan pola berpikir konservatif.
          Pertama, terbuka terhadap masukan. Masukan adalah bahan mentah sangat berharga. Lalu, kita mengolahnya menjadi “barang jadi” lewat pemikiran kreatif. Jadi, jangan takut dengan ide, usulan, bahkan kritik. Karena semua itu merangsang kita berpikir kreatif. Kedua, mencoba pekerjaan atau hal di luar bidang kita. Untuk ”memperkaya” diri, pola pikir juga perlu menghadapi sesuatu yang berbeda dari biasanya. Ketiga, harus proaktif. Kita dituntut ”menjemput bola” dalam menghadapi sesuatu, dan bukan ”menunggu bola”. Bertindak proaktif berarti membuat diri bebas memilih tindakan, tentu berdasarkan perhitungan matang. Ini bisa terjadi kalau kita mempunyai kreativitas berpikir

 Tingkatkan kuantitas dan kualitas pekerjaan 

          Jangan cepat puas. Semakin cepat puas berarti menutup diri terhadap pekerjaan lain yang dapatmemperkaya perkembangan pemikiran. Kesanggupan menerima pekerjaan lain, berarti kita membuka diri pada tantangan baru. Untuk itu kita dituntut berpikir cerdas dan efektif. Dua hal perlu dilakukan: Pertama, tambah kuantitas pekerjaan. Artinya, tidak perlu mengeluh bila di luar kesibukan kita masih ada hal lain yang perlu diselesaikan. Keterbukaan untuk menerima tambahan pekerjaan membuat kita melatih diri. Apakah dalam situasi tertekan, kita masih mampu berpikir? Yang berpikir kreatiflah yang mampu membangkitkan daya pikirnya. Kedua, perbaiki kualitas hasil kerja. Ini mengandung makna, sekecil apa pun pekerjaan, kita tidak boleh mengabaikan kualitas hasilnya. Karena dari kualitas pekerjaan itu tercermin mutu pemikiran kita. Artinya, kalau pekerjaan kita berkualitas, itu menunjukkan mutu daya pikir kita. Semakin berkualitas hasil pekerjaan kita, semakin berkualitas pula pola berpikir kita.

Perbanyak kebiasaan bertanya 

         Bertanya merupakan indikator bahwa pikiran kita masih ”jalan” dan selalu dinamis. Dengan bertanya, berarti mencoba menguji daya kritis. Kebiasaan bertanya jangan dipahami bahwa kita ”tidak mengerti”. Tetapi harus dipahami sebagai munculnya dinamika pikiran. Bertanya merupakan sarana melatih pengembaraan daya kreativitas. Dengan bertanya, pemikiran kita bertemu dengan pemikiran orang lain yang mengandung hal-hal baru, sehingga cakrawala berpikir kita semakin luas. Juga membuat kita tidak terpaku pada pemikiran diri sendiri. Sebaliknya, kita mencoba meyakinkan apakah pemikiran kita sejalan dengan pemikiran orang lain? Hal ini membuat kita semakin kreatif karena berusaha terbuka terhadap pemikiran dari luar. 

Jadi pendengar yang baik

        Menjadi pendengar yang baik berarti sanggup mendengarkan setiap informasi dari luar. Dengan demikian kita mempunyai ”kekayaan”, banyak kesempatan untuk berpikir mengenai yang kita dengar. Apabila ingin menanggapi yang kita dengar, sudah tersedia banyak konsep pikiran untuk digunakan. Menjadi pendengar yang baik berarti mengerti betul setiap informasi yang masuk ke alam pemikiran. Kita dituntut untuk berpikir kreatif, sehingga sanggup merespons sesuai yang dikehendaki oleh dunia luar.

3.      Konstruktif

         Sikap konstruktif inilah yang akan menghasilkan suatu hal yang langsung sampai secara riil ke masyarakat luar. Setelah berpikir kritis, memililah hal-hal yang buruk, mensosialisasikan kepada teman dengan hal yang kreatif , maka akan membangun ITB 2013 sebagai mahasiswa yang ideal ,terampil dan produktif  karena sikap konstruktif ini dimana kita diharuskan untuk melakukan tindakan yang bersifat membangun. MEMBANGUN INDONESIA, DARI INDONESIA, OLEH INDONESIA, DAN UNTUK INDONESIA!!!!

OLEH                 : DANIEL REAGENT SIHOTANG 
FAKULTAS        : FTI (Fakultas Teknologi Industri)
 


           KATA 'MAHA' JANGAN HANYA MENJADI PAJANGAN SAYA NAMUN MENJADI          WEJANGAN YANG BERARTI. TERUS BERKARYA!!!
   

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments