"Visi saya adalah untuk menjadi engineer yang sukses." Itu pasti merupakan visi dari hampir seluruh anak ITB. Tapi, apa itu visi hidup? Pertama, kita bahas terlebih dahulu tentang hakikat hidup. Untuk apa kita hidup? Apa alasan kita hidup? Itulah hakikat hidup. Hakikat hidup adalah hal yang mendasari kehidupan suatu manusia. Dan alasan tersebut akan membawa kita pada suatu tujuan. Mau apa kita di masa mendatang? Itulah visi hidup kita.
Di ITB, visi hidup dibuat dengan memperhatikan ketuhanan dan kebebasan substansial. Ketuhanan artinya visi hidup berkaitan dengan cinta kasih, pengorbanan, pelayanan, serta kepercayaan pada rencana Tuhan. Sedangkan, visi hidup kita berkaitan dengan kebebasan substansial artinya dalam mencapai tujuan tersebut, kita hendaknya tidak melanggar hak-hak orang lain.
Untuk membuat visi hidup, sebaiknya digunakan konsep 'SMART'. 'S' untuk specific, contoh jika ingin seorang menjadi engineer yang sukses, engineer apa yang dimaksud? Engineer otomotif, mesin industri, mesin medik, atau yang lainnya. 'M' untuk measureable, artinya dapat diukur. 'A' untuk action oriented, artinya kita harus mewujudkannya dalam tindakan nyata. 'R' untuk realistic, contoh jangan membuat mimpi ingin menjadi Superman. Dan 'T' untuk time-bound, artinya atur waktu kapan kita harus mecapai tujuan tersebut.
