Posted by : 91oskm2013
Sabtu, 24 Agustus 2013
Hari ini adalah hari penutupan dari serangkaian OSKM ITB 2013 yang telah berjalan kurang lebih 5 hari. Di hari terakhir masa-masa orientasi kami ini, kami mendapatkan banyak sekali bekal yang sangat berguna dalam kehidupan kami. Terutama di kehidupan kami sebagai mahasiswa ITB. Mulai dari mentoring agama, mentoring soal kemahasiswaan, observasi kasus, hingga ke acara penutupan OSKM ITB 2013. Yang ingin saya re-view dalam kajian kali ini terdiri dari beberapa materi. Diantaranya adalah masalah urgency kemahasiswaan, rasa cinta tanah air, dan yang terakhir adalah bagaimana caranya membuat visi kehidupan yang benar.
Kajian yang pertama adalah urgency kemahasiswaan. Apa yang dimaksud dengan urgency kemahasiswaan? Yang dimaksudkan adalah apa yang perlu di mengerti dan penting bagi kami sebagai seorang mahasiswa, khususnya mahasiswa ITB. Urgency kemahasiswaan terdiri dari empat bagian, antara lain :
- Falsafah kemahasiswaan : ini merupakan hal yang menjadi dasar organisasi-organisasi kemahasiswaan yang ada di ITB. Falsafah kemahasiswaan dibagi lagi menjadi dua, yaitu : Tridarma Perguruan Tinggi yang berisikan tugas utama mahasiswa, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian terhadap masyarakat. Dan juga POPOPE, yang merupakan kependekan dari Posisi mahasiswa yaitu sebagai masyarakat sipil yang terpelajar, Potensi mahasiswa yang mencakup banyak sekali faktor seperti kritis, idealis, network luas, multi disiplin ilmu, dan keprofesian. Yang tidak kalah menariknya juga adalah Peran mahasiswa dimana mahasiswa di tuntut untuk menjadi Guardian of Value atau penjaga nilai-nilai, Agent Change, yaitu seseorang yan dapat menciptakan perubahan. Peran mahsiswa juga sepertinya bile
- Budaya kampus : adalah tradisi atau nilai-nilai budaya kemahasiswaan yang telah diabadikan secara turun temurun. Budaya kampus diantaranya adalah, massa yang memiliki Peduli Lingkungan, integritas akademik, diskusi, wawasan kebangsaan, kewirausahawan. inovasi, budaya dekat dengan maysyarakat, dekat dengan alam, budaya menulis, dan juga sebagai role model atau lebih tepatnya sebagai panutan Keluarga Mahasiswa ITB.
- Keluarga mahasiswaan itb, mereka adalah orang-orang yang bertigas menjalankan segala aktivitas-aktivitas besar keluarga ITB. Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar. Yang saya akan jelaskan adalah bagaimana berjalannya aspirasi masyarakat ITB dalam hal internalnya. Dalam lembaga Keluarga Masasiswa ITB, pemegang kekuasaan tertinggi dan terkuat adalah anggota congress, dimana mereka berperan sebagai pembuat keputusan. Baru lah pelaksana keputusan itu merupakan kabinet mahasiswa. Yang sejajar dengan kabinet mahasiswa adalah tim beasiswa dan Majelis Wali Amanat-Wakil Mahasiswa. Dibawah strata mereka barulah ada massa Himpunan Jurusan dan anggota unit-unit kemahasiswaan. Dan baru lah penghuni strata bawah adalah mahasiswa ITB S1 pada umumnya.
- Arah gerak mahasiswa : ini maksudnya adalah cara-cara pergerakan mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat. Ada dua macam pergerakan manusia, yaitu pergerakan vertical yang berarti mahasiswa bergerak ke arah pihak yang lebih tinggi yakni pemerintah. Dan yang kedua adalah horizontal movement yaitu pergerakan mahasiswa ke arah horosontal dan dalam ini adalah masyarakat karena mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat luas. Pada dasarnya, mahasiswa bergerak demi kepentingan rakyat. Namun yang berbeda mungkin adalah cara mereka melakannya.
- Identitas bangsa : Sesuatu yang membuat negara kita tidak sama dengan negara lain. Lebih ke perangkat kelengkapan negara menurut saya. Karena di dalamnya menyangkup lagu kebangsaan, Garuda, bahasa, dan bendera.
- Realitas bangsa : merupakan salah satu sikap dimana kita memang menerima Indonesia begini adanya. Namun realitanya jangan dilihat dari sisi negatifnya saja. Namun juga harus melihat secara positif seperti pluralisme, dan keragaman budaya dan suku yang ada di Indonesia.
- Wujud cinta tanah air dapat berupa banyak. Dimana salah satunya adalah ikut ber kontribusi dalam pembangunan negara ini demi kesejahteraan
- Dan yang terakhir adalah bagaimana kita mampu membuat visi dan misi kebangsaan demi kelangsungan hidup negara kita ini.
Kajian ketiga pada hari terakhir orientasi akademik ini, adalah kemampuan kita untuk membuat visi. Apabila dalam kajian SSDK, dalam membuat visi harus memenuhi persyaratan ini
Specific, Measurable, Action-oriented, Realistic, dan Time Bound atau dapat di singkat SMART. Dalam membuat visi, kita juga harus mengikut-sertakan ketaatan pribadi terhadap Tuhan Allah, karena semuanya dapat ada akibat Allah, dan bagaimana caranya kita berhenti berterima kasih kepada sang Khalik.
Visi saya adalah menjadi perubah nasib Indonesia menjadi ke lebih baik, dan memajukan bangsa ini dalam hal perekonomian khususnya dalam bidang sumber daya mineral. Karena menurut saya Indonesia memiliki kekayaan sumber daya mineral yang tidak habis-habis dan banyak juga daerah kaya akan sumber daya alam yang masih belum terjamah oleh manusia. Saya ingin mewujudkan hal itu. Hal lain yang juga menjadi renungan saya bagaimana apabila kita menendang perusahaan-perusahaan asing yang hanya dapat mencuri kekayaan alam kita.
Misi saya dalam mengejar visi saya saat ini adalah dengan belajar dengan giat agar mendapatkan nilai yang memuaskan dalam akademik, belajar ber-organisasi di unit ataupun himpunan mahasiswa. Saya juga ingin melanjutkan studi saya ke jenjang S2 bahkan kalau Tuhan menghendaki sampai S3. Barulah saat itu saya akan memajukan bangsa Indonesia. Karena Indonesia pantas mendapatkan yang terbaik, maka siap untuk memberikan yang terbaik.
Sekian Visi dan Misi dari saya. Terima kasih.
Ditulis oleh
Errandyno Rumengan
16313006
