Posted by : 91oskm2013 Kamis, 22 Agustus 2013

Pola Pikir K3

Oleh : Linda Permata


OSKM ITB 2013 membawa tema Kearifan Lokal, yang berhubungan erat dengan budaya-budaya Indonesia. Di dalam kegiatan ini, mahasiswa juga diharapkan untuk berperilaku selayaknya mahasiswa, yang notabene sudah bisa memilih dan memilah mana yang baik dan patut dicontoh, dan mana yang sebaiknya dijadikan refleksi saja. Maka dari itu, diperlukan pola pikir K3 (kritis, kreatif, dan konstruktif) agar bisa lebih bijak memilih dan memilah segala hal yang dialami oleh seorang mahasiswa.

Kritis. seorang mahasiswa diharapkan peka terhadap masalah yang terjadi di sekelilingnya, dengan cara memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang sehingga tidak mudah men-judge seseorang. Tentu saja pengertian ini banyak disalahartikan menjadi cerewet karena paradigma yang mengganggap bahwa kritis=banyak ngomong sedikit bertindak. Sebenarnya ada rumusan  mudah sehingga seseorang dapat mengingat bahwa dunia tidak dilihat dari satu arah saja, yaitu :
Politics
Economics
Social
Technology
Environment
Legal
Dengan beracuan pada PESTEL, mahasiswa akan memandang suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang 
Seorang mahasiswa tidak berhenti di situ, K yang kedua adalah
Kreatif. Setelah berpikir kritis, seorang mahasiswa diharapkan memunculkan ide-ide baru yang lain daripada yang  lain, out of the box, dan mencari celah-celah yang ada untuk dijadikan sebuah ide yang fresh. Dari sinilah akan terbit sebuah piece yang bernama originalitas ide.

Nah, setelah menganalisis permasalahan yang ada dan muncul sebuah ide, 
seorang mahasiswa harus berpola pikir
Konstruktif. Tentu saja ini berarti sebuah atau beberapa solusi yang membangun, bukannya merusak problema yang sudah rusak. Dalam prakteknya, terdapat diagram solusi, yang menunjukkan tingkatan kualitas sebuah solusi:
  • Ada, tapi belum solutif
  • Ada, tapi perlu dimodifikasi
  • Belum ada dan tidak mungkin
  • Dan belum ada serta mungkin


Ketiga K ini harus selalu dalam sistem. Dalam satu kesatuan. Karena hanya menonjolkan salah satu pola pikir tidak akan menjadikan kita mahasiswa yang  berdaya guna bagi nusantara ini. Contohnya, hanya menonjolkan kekritisan tanpa dibarengi dengan ide-ide kreatif dan solusi yang konstruktif tidak akan pernah memperbaiki masalah itu.
Selain itu, diharapkan muncul solusi-solusi yang belum ada serta mungkin dari pola pikir K3 ini sehingga permasalahan demi  permasalahan akan diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Tentunya dengan kontribusi MAHASISWA di dalamnya.

Sekian ^^

  
 

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments