Posted by : 91oskm2013 Kamis, 22 Agustus 2013

Rosyad Hizbussalam Mohammad
16613055

Sitem berpikir | Pemilahan solusi

Walaupun pertemuan kelompok 91 OSKM 2013 berlangsung singkat dan sederhana, kami, dua puluh mahasiswa baru dan kakak tata kelompok (taplok) sempat mendapatkan pelajaran yang menarik. Pertemuan itu berlangsung di kontrakan yang ditempati Husain Jakfari dari sekitar pukul 17.00 sampai 20.00. Pertemuan itu diisi dengan penjelasan singkat materi, diskusi kelompok dan presentasi, serta hiburan berbagai game untuk mengisi suasana yang kaku. 

Ada dua materi pokok yang disampaikan disini. Satu, yaitu tentang cara berfikir yang baik yang disebut dengan 3K. Kritis, Kreatif dan Konstruktif. Yang kedua adalah bagaimana kita memilah-milah solusi dari suatu permasalahan. Saya akan coba memberikan pandangan saya terhadap materi ini.

Pertama, kritis tidak hanya berarti melihat dari berbagai sudut pandang. Itu hanya satu diantara banyaknya definisi. Berarti, PESTEL (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Environment, Legal) adalah sudut pandang yang bisa digunakan sebagai cara untuk berpikir kritis. Sedangkan, ada banyak definisi lainnya diantaranya seperti: menentukan kredibilitas suatu sumber atau fakta; mengetahui makna tersirat dari suatu masalah; mengevaluasi argumen; menarik kesimpulan; dan juga memecahkan masalah. 

Yang kedua, yaitu kreatif. Saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh kakak taplok. Bahasa mudahnya, kreatif itu "baru". Tetapi jika mengenai pemecahan suatu masalah ,"baru" tersebut hendaknya realistis dan kondusif. Misalnya, masalah mengenai kemacetan di Bandung. Kita bisa saja membatasi penggunaan kendaraan bermotor yang digunakan di wilayah wilayah tertentu.  Tapi apakah itu realistis? kondusif? Bisa dikatakan tidak. Selain itu, kreatif itu orisinil, asli, dari pemikiran sendiri. Bagaimana bisa disebut kreatif jika itu sudah diungkapkan orang lain?

Berfikir konstruktif. Dari katanya kita bisa tahu bahwa berfikir konstruktif itu berfikir yang membangun. Tapi bagaimana? Setidaknya, berfikir konstruktif itu bisa mengarahkan kita menuju solusi suatu masalah. Selain itu, cara berfikir ini mengajak kita untuk memanfaatkan hal hal positif yang kita temui dari suatu masalah dan mengembangkannya menjadi sebuah ide, gagasan, ataupun karya.


Yang terakhir, pemilahan solusi menjadi empat kuadran ini merupakan cara yang efektif dalam pemetaan suatu masalah. Apakah ada solusi yang tidak efektif? apakah ada solusi baru yang memungkinkan? atau memang ada tapi tidak memungkinkan? Dengan ini, kita bisa fokus terhadap pemecahan suatu masalah. Tetapi saya rasa ide ini masih bisa dikembangkan lagi.

Dengan dua materi pokok terserbut, diharapkan kami sebagai mahasiswa bisa menjadi cendekiawan cendekiawan penerus bangsa. Seperti yang selalu dikatakan oleh mahasiswa ITB bahwa kita adalah putra putri terbaik yang akan memajukan negeri kita, Indonesia. ITB 2013 #untukIndonesia. 



Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments