Posted by : 91oskm2013
Minggu, 25 Agustus 2013
Rosyad Hizbussalam Mohammad
16613055
Hidup yang bermanfaat merupakan hal yang diinginkan banyak orang. Tetapi, tak semua orang mampu melakukannya. Kebanyakan dari mereka adalah karena tidak mampu mengatur hidup mereka dengan baik. Hidup mereka tidak terarah. Mereka hanya mengikuti alur yang ada. Kalau ada susah ya susah, kalau mudah ya mudah, kalau senang ya senang, dan lain sebagainya. Dengan begitu, sebaiknya contoh orang seperti itu tidak perlu kita tiru.
Hidup yang bermanfaat dimulai dari diri kita sendiri. Bagaimanan kita mengetahui untuk apa kita hidup merupakan titik awal bagi meningkatnya taraf hidup kita. Kemudian, agar hidup kita terarah, kita butuh yang namanya visi hidup. Visi tersebut tidak harus selalu skala besar atau terlalu berlebihan, yang penting adalah seberapa besar konstribusinya untuk masyarakat sekitar kita. Seperti apa yang dikatakan oleh presiden kabinet mahasiswa ITB, Nyoman Anjani, "Menuntut ilmu hingga ke langit, dan tetap turun ke bumi untuk memakmurkan rakyatnya". Untuk itu visi yang baik adalah visi yang spesifik, dapat diukur, dapat diraih, realistis dan terikat dengan waktu.
Karena itu, saya berusaha hidup dengan visi saya. Kedepannya, saya berusaha untuk meningkatkan kualitas air dan lingkungan di masyarakat sekitar saya, terlebih lagi Indonesia. Saya sadar hal ini tidaklah mudah, melihat kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Tapi seiring dengan keberlanjutan studi saya, saya akan cari metode, teknologi, relasi, dsb untuk mewujudkan misi saya. Saya sudah mengusahakan hal hal kecil sejak saya masih duduk di bangku SMP yaitu untuk tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga kebersihan lingkungan saya. Alam teralu banyak memberikan kebaikannya pada kita, bagaimana dengan kita?
Jadi apa visi Anda?
ITB 2013 #untukIndonesia
