Posted by : 91oskm2013 Minggu, 25 Agustus 2013

Rosyad Hizbussalam Mohammad
16613055

Kita telah memasuki masa baru, yaitu menjadi seorang mahasiswa. Mahasiswa merupakan metamorfosa dari masa keputih-abuabuan. Inilah masa yang baru. Masa-masanya bagi para pemuda untuk berkembang. Pemuda yang katanya putra dan putri terbaik bangsa. Seakan akan semua harapan bangsa ditopang oleh pundak mereka. Memang seharusnya seperti itu. Seperti kata sang proklamator kita, Soekarno, "Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan aku guncangkan dunia"


Akan tetapi, mahasiswa harus memiliki prinsip kuat yang harus untuk dimiliki, yang bisa disebut dengan urgensi mahasiswa. Cara berfikirnya adalah seperti ini. Yang harus dimiliki pertama kali yaitu dasar yang disebut dengan falsafah yang mencakup Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan Posisi, Potensi, Peran. Lalu sebagai bagian dari sebuah institusi (baca: ITB), kita harus paham dengan budaya yang dimiliki. Seperti misalnya apresiasi, diskusi, inovasi, dan banyak lainnya. Disamping itu, penting sekali untuk mengetahui struktur organisasinya. Dimanakah kita? dan apa yang bisa kita perbuat untuk institusi ini? Setelah semua itu kita ketahui, tentu kita harus menentukan arah pergerakan agar usaha yang kita lakukan menjadi realistis. Arah tersebut yakni secara vertikal dan secara horizontal. 

Dengan begitu, tidak begitu saja kita menjadi mahasiswa lalu hanya belajar saja. Memang belajar itu sebuah kepentingan yang utama. Tetapi akan lebih baik jika kita mampu memahami dan menjalankan dengan baik sebuah urgensi mahasiswa. Setelah itu barulah kita pantas untuk menyebut diri kita sebagai mahasiswa. Jangan sampai hal ini menjadi ironi, yaitu ketika urgensi ini perlahan lahan ditinggalkan oleh mahasiswa yang semakin sibuk dengan urusan perkuliahannya. Apakah benar begitu? Mari kita tunjukkan mana yang benar ITB 2013. #untuk Indonesia.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments