Posted by : Pengguna android
Kamis, 22 Agustus 2013
Peningkatan Tunawisma di Kota-kota Besar
dari Waktu ke Waktu
by
Subkelompok 1
PENYEBAB
Permasalahan demi permasalahan muncul di negeri tercinta
kita, Indonesia, seiring dengan pertumbuhan masyarakat yang semakin tidak
terkendali. Salah satunya adalah masalah tunawisma di kota-kota besar di
Indonesia. Para tunawismawan ini mayoritas “berprofesi” sebagai gelandangan dan
pengemis, serta berentang usia kanak-kanak sampai sesepuh. Begitu banyak jumlah
mereka di satu kota, apalagi di seluruh Indonesia.
Tentu banyak hal yang memengaruhi peningkatan jumlah
tunawismawan. Bila ditinjau dari beberapa segi, terangkumlah penyebab-penyebab
permasalahan ini, yaitu :
- Ketidaktegasan pemerintah dalam menindak gepeng. Hal ini kentara sekali dalam pelaksanaan regulasi (UU) yang mengatur tentang gepeng yang tidak efisien.
- Dari segi sosial, kurangnya lapangan pekerjaan yang disediakan di daerah asal, sehingga penduduk banyak merantau di kota-kota besar dengan asumsi melimpahnya lapangan pekerjaan.
- Atau fasilitas pendidikan di daerah asal kurang memadai, dengan kata lain teknologi tidak merata, sehingga tidak ada keahlian khusus yang memungkinkan mereka untuk berwirausaha.
- Dapat pula karena pengaruh lingkungan. Lingkungan dapat membentuk paradigma seseorang dan akhirnya seseorang membangun hidupnya berdasarkan paradigma tersebut. Contohnya, seseorang yang tinggal di daerah kumuh, bisa terpengaruh menjadi kumuh pula. Seseorang yang menghabiskan waktunya dengan orang yang tidak baik, bisa terpengaruh menjadi tidak baik pula. Begitu juga dengan orang yang tinggal di lingkungan yang malas bekerja, akan terpengaruh malas bekerja pula, dan berakhir menjadi seorang gepeng.
Namun, di sisi lain, ada kemungkinan peningkatan
tunawismawan ini disebabkan oleh pilihan orang itu sendiri. Contohnya, mereka
berpikir menjadi gepeng adalah sebuah
profesi. Apalagi ditambah dengan paradigma bahwa pekerjaan gepeng itu menjanjikan dalam arti pasti mendapat uang (?????).
SOLUSI
Dari banyak penyebab yang dijabarkan di atas, maka dapat
kami soroti bahwa dari segi sosial lah yang memegang andil dalam permasalahan
ini, yaitu kurangnya lapangan pekerjaan dan keahlian. Maka solusi yang mungkin
adalah :
1) memodifikasi solusi yang sudah ada seperti
membangun penampungan gepeng dan
migrasi ke kota asal, tentunya dengan seluruh kesadaran dan komitmen oleh
pelaksananya,
2) menciptakan solusi baru seperti membangun Wisma
Pelatihan gepeng dengan melibatkan
donatur dan sponsor untuk menggalang dana. Dalam wisma ini para gepeng diajarkan keahlian yang sesuai
dengan minat sehingga pada akhirnya, bila keluar dari wisma dapat berdiri sendiri
sebagai individu yang mandiri.
| Model Wisma Pelatihan |

Bagus, bagus.. wisma pelatihannya saya suka. Tapi agak mirip alkatraz-alkatraz gitu. Itu ceritanya kawat berduri ya? Yang bergelombang2 itu tuh.. aduh, menusuk-nusuk hatiku.. aisssh, hahay.
BalasHapusOverall, idenya kreatif sekali. Yo, apresiasi. Prok, prok, prok, prok ...