Minggu, 25 Agustus 2013
URGENSI KEMAHASISWAAN

1. Falsafah Kemahasiswaan
a. tridharma perguruan tinggi, yaitu tujuan mahasiswa:
    - pendidikan, yaitu penurunan nilai-nilai 
    - penelitian, yaitu upaya untuk menciptakan solusi baru dalam setiap permasalahan
    - pengabdian masyarakat
b. popope (posisi, potensi, peran mahaasiswa)
    - posisi mahasiswa : masyarakat sipil terpelajar
    - potensi : kritis, idealis, networking luas, independen, semangat, multi disiplin ilmu
    - peran mahasiswa : guardian of value (penjaga nilai-nilai), agent of change (pencipta perubahan), iron             stock (penerus generasi tua), role model (panutan)

2. Budaya Kampus
yaitu nilai nilai atau kebiasaan yang sudah ada sejak turun temurun dan senantiasa dilestarikan, diantaranya: peduli lingkungan, integritas akademik, diskusi, wawasan kebangsaan, apresiasi, inovasi, kewirausahaan, budaya dekat dengan masyarakat, budaya dekat dengan alam, budaya menulis, dan mau menjadi pemimpin.

3. Keluarga Mahasiswa ITB (berurut dari posisi tertinggi ke terendah)
a. kongres : memiliki fungsi legislatif, pemberi keputusan tertinggi, dan penampung aspirasi mahasiswa
b. tim beasiswa, kabinet (lembaga eksekutif, penjalan keputusan), dan MWA-WM (Majelis Wakil Amanat-     Wakil Mahasiswa)
c. HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) dan Unit
d. Mahasiswa

4. Arah Gerak Mahasiswa
a. vertikal: berhubungan dengan pemerintah (misal: advokasi)
b. horizontal: berhubungan dengan masyarakat

CINTA TANAH AIR
Cinta tanah air didasarkan pada ketertarikan kita dan keterikatan kita terhadap tanah nusantara ini. Terdapat beberapa hal yang berhubungan dengan rasa cinta kita terhadap tanah air, yaitu:
1. Identitas bangsa, yaitu segala sesuatu yang merupakan wujud pencerminan dan ciri khas kita di mata bangsa lain. Identitas Indonesia ditandai dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lambang negara (Garuda), bahasa, dan masih banyak lagi.
2. Realitas bangsa, yaitu segala keadaan yang benar-benar terjadi di Indonesia. Sebagai masyarakat, kita harus menerima segala realita tersebut baik dan buruknya. Jika realita tersebut positif maka kita patut bangga dan senantiasa menjaganya, misal keanekaragaman budaya masyarakatnya dan kekayaan alamnya. Jika realita tersebut negatif maka kita perlu mencari solusi atas permasalahan tersebut agar tak kembali terjadi di kemudian hari, misal korupsi yang menjangkiti banyak pemimpin negri ini.
3. Wujud cinta tanah air, merupakan sikap kita terhadap realitas bangsa
4. Visi dan misi kebangsaan

VISI HIDUP
Visi dan misi hidup merupakan hal penting yang harus kita miliki, tanpa visi hidup kita menjadi liar tanpa arah.Visi seolah map perjalanan. Kita tahu mau kemana, dan juga tahu kapan berhenti, mengevaluasi visi sembari membuat strategi bagaimana mencapainya. Visi yang jelas membuat perjalanan hidup kita juga jelas, membantu kita tetap kuat meski banyak yang menghambat. Visi yang baik membuat kita percaya diri, dan suka menceritakan mimpi atau tujuan hidup kita, khususnya pada orang terdekat. Biasanya mereka ikut mendukung.Visi kita tak pernah datang hanya dari diri sendiri, itu terbentuk dari orang disekitar kita: ortu, teman, tokoh tertentu, penulis tertentu, dll.
Visi hidup saya adalah mengembangkan potensi alam yang terdapat di kampung halaman orang tua saya, karena saat ini pengolahan sumber daya alam tersebut masih sangat minim teknologi dan masih sangat tradisional. Bahkan, warga banyak menjual tanahnya dan beralih menjadi buruh di tanahnya sendiri karena terdesak oleh himpitan ekonomi. Kelak, saya akan menggunakan ilmu yang saya miliki untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan menjadikan masyarakatnya menjadi raja di tanah mereka sendiri. Misi saya untuk mewujudkan visi tersebut adalah belajar semaksimal mungkin, baik pelajaran akademik yang didapat di perkuliahan, maupun pelajaran kehidupan yang didapat dari berbagai organsasi yang saya ikuti dan interaksi dengan masyarakat.

Oleh: Nobi Nublatul Hafilah (16113101)
Sabtu, 24 Agustus 2013
Cinta itu akibat adanya ketertarikan dan keterikatan

Ketertarikan(pacar, sahabat, dll)
Keterikatan (Keluarga)

Seseorang yang cinta tanah air itu bisa disebut cinta apabila sudah memenuhi 4 kriteria di bawah ini.
1. Identitas bangsa
malu sekali jika tidak mengetahui akan hal ini,. karena ini adalah dasar kita untuk mencintai tanah air ini. jangankan begitu, orang luar negeri pun harus mengetahui identitas negerinya masing-masing. apa saja identitas negara Indonesia ini?
a. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
b. Simbol negara yang dicirikan dengan Bendera Merah Putih
c. Bahasa persatuan Bahasa Indonesia
d. Lambang negara yakni Garuda

2. Realitas Bangsa
3. Wujud Cinta Tanah Air
4. Visi dan Misi Kebangsaan

Dimas Muhammad Nur
16013091

Cinta Tanah Air

Posted by Pengguna android
Urgensi Kemahasiswaan terdiri dari 4

1. Falsafah Kemahasiswaan
    Terdiri menjadi 2 :
A. Tridarma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Masyarakat)
B. PoPoPe {Posisi(Masyarakat Sipil Terpelajar), Potensi, Peran Mahasiswa(Penerus, Perubahan,  Pengganti, Panutan)

2. Budaya Kampus
    Ada 11 yaitu:
a. Peduli Lingkungan
b. Integritas Akademik
c. Diskusi
d. Wawasan Kebangsaan
e. Apresiasi
f. Inovasi
g. Kewirausahaan
h. Budaya Dekat dengan Masyarakat
i. Budaya Dekat dengan Alam
j. Budaya Menulis
k. Budaya Menjadi Pemimpin

3. KM ITB





4. Arah Gerak Mahasiswa
a. Vertikal (Pemerintah)
b. Horizontal (Masyarakat)

Dimas Muhammad Nur
16013091

Urgensi Kemahasaiswaan

Posted by Pengguna android
Cinta, apa yang kalian pikirkan pertama kali ketika mendengar kata ini? Pasti sebagian orang berpikir tentang pacar, remaja, kangen, galau dan sebagainya. Hahahaha... aku pun juga seperti itu :3 Tapi sesungguhnya, Cinta merupakan emosi yang timbul akibat ketertarikan atau keterikatan terhadap suatu hal. Contohnya, kita mencintai Ibu kandung kita, dan tentunya bukan Ibu orang lain bukan?? Nah, hal itu adalah Cinta yang timbul akibat ikatan batin antara Ibu kita dengan kita sendiri. Sedangkan Cinta yang timbul akibat ketertarikan contohnya kita mencintai idola kita atau istilahnya "ngefans" karena kita begitu tertarik dengannya, baik itu penampilannya, tingkah lakunya, ataupun skill yang dimilikinya.

Nah, bagaimana dengan Indonesia?? Kita lahir dan besar di negara ini. Darah yang mengalir dalam tubuh ini adalah airnya Indonesia. Tulang yang menopang raga ini adalah tanah Indonesia. Jadi sesungguhnya kita mempunyai rasa keterikatan yang sangat kuat dengan Indonesia. Indonesia juga memiliki alam yang sangat indah dan sangat luas, serta bertaburkan budaya-budaya daerah yang menarik mata dunia untuk melihatnya. Keunikan, keindahan serta keberagaman itulah yang membuat kita tertarik dan bahkan mencintai Indonesia lebih dalam.  Kita mencintai Indonesia bukan hanya karena kita terikat dengannya, tapi juga karena tertarik dengan budaya dan alamnya. Indonesia adalah bagian dari diri kita. Dengan mencintai Indonesia maka sama saja halnya dengan mencintai diri kita sendiri.

Sejak pertama kali kita membuka mata di dunia ini, yang kita lihat adalah Indonesia. Kita mengenal bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang digunakan sebagai bahasa persatuan. Kita pun mengenal bendera merah putih dan lagu Indonesia Raya sebagai bendera dan lagu kebangsaan. Semua itu adalah identitas Indonesia. Identitas dari Ibu Pertiwi yang sangat kita cintai ini. Identitas tersebut menjadi roh dari negara tempat kita berpijak ini, sekaligus menjadi identitas kita sebagai rakyat Indonesia.

Kita mengakui bahwa kita begitu cintanya terhadap Indonesia, tapi apakah kita tahu realita-realita yang terjadi di negara ini?? Tidak salah jika kita mengatakan bahwa salah satu dari realita itu  adalah budaya kedaerahannya yang melimpah dan beragam serta keindahan alamnya yang selalu dipuja-puja dunia. Namun kita juga harus sadar akan realita-realita negatif yang juga terjadi sebagai bagian dari proses menuju perubahan yang lebih baik. Begitu banyaknya hal yang terjadi di Indonesia dan sudah semestinya kita tahu dan menyadari apa permasalahan yang dihadapi negara ini. Korupsi, kemisikinan, krisis ekonomi dan kebodohan, merupakan sebagian dari permasalahan yang tengah melanda negeri kita tercinta ini.



Apakah kita tega membiarkan negara kita tercinta ini seperti itu atau bahkan mewariskannya kepada anak cucu kita nanti?? Tentu tidak, bukan?? Nah, oleh sebab itu sudah seharusnya masing-masing dari ita yang menjadi bagian dari negara ini memiliki visi untuk membangun negara ini dari berbagai bidang berdasarkan peran masing-masing. Contohnya, salah satu permasalahan yang tengah dihadapi negara ini adalah kurangnya pendidikan bagi sebagian rakyat Indonesia, sehingga tidak jarang banyak warga yang masih buta huruf, atau tidak bisa menulis. Kita harus menanamkan sebuah visi yang tentu harus kita wujudkan kedepannya, yaitu menghapuskan atau setidaknya menurunkan tingkat buta huruf di seluruh penjuru Indonesia dengan berbagai cara yang salah satunya adalah menyuplai tenaga pengajar ke pelosok-pelosok negeri yang masih membutuhkannya.

Sebagai wujud rasa Cinta terhadap Tanah Air Indonesia ini, sudah merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk mewujudkan visi itu menjadi sebuah kontribusi dalam pembangunan negara ini. Berjanji untuk benar-benar melaksanaknnya melalui misi-misi atau tindakan-tindakan yang mendukung terwujudnya visi tersebut.

Sekianlah teman-teman penjelasan singkat dari saya mengenai rasa Cinta Tanah Air dan bagimana cara kita dalam menunjukan rasa cinta itu dalam hidup berkebangsaan untuk kepentingan bangsa dan negara. Saya harap artikel ini dapat meningkatkan kesadaran serta rasa cinta kalian terhadap Bumi Nusantara ini, Indonesia tercinta. Terima Kasih.

I Kadek Yoga Dwi Putra
16313186



Aku Cinta Tanah Air

Posted by Pengguna android
Mitigasi Gempa
Di dalam ruangan :
1. Berlindung di bawah meja
2. Berlari sambil melindungi bagian kepala
3. Turun melalui tangga darurat, jangan melalui lift

Di luar ruangan :
1. Berlari sambil melindungi kepala
2. Berlari ke tanah lapang, jauhi pohon dan bangunan

Mitigasi Kebakaran
 Di dalam ruangan :
1. Ketika melihat api segeralah berteriak
2. Carilah alarm kebakaran terdekat dan nyalakan alarm tersebut
3. Padamkan api dengan APAR sebagai tindakan pertama, jangan memukul-mukul api
4. Jika api terlalu besar segera hubungi K3L dan selamatkan diri anda segera
5. Selalu kenali denah gedung yang anda masuki

Di luar ruangan :
1. Segera hubungi K3L dan selamatkan diri anda


   Urgensi kemahasiswaan adalah hal yang perlu diketahui oleh mahasiswa. Ada 4 hal penting yang perlu diketahui mahasiswa ITB, yaitu falsafah kemahasiswaan, budaya kampus, keluarga mahasiswa ITB, dan arah gerak mahasiswa. Falsafah kemahasiswaan terdiri atas dua bagian, yaitu tri dharma perguruan tinggi dan popope. Tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Pendidkan artinya penerusan nilai dari generasi tua ke yang muda. Penelitian adalah di mana dengan nilai tersebut, kita dapat menciptakan sesuatu yang baru. Pengabdian masyarakat artinya mengunakan hasil penelitian itu untuk kepentingan masyarakat.
   Popope adalah singkatan dari posisi, potensi, dan peran. Di dalam masyarkat, ada tiga macam masyarakat, yaitu masyarakat sipil (rakyat biasa), ekonomi (pengusaha), dan politik (pemerintah). Kita sebagai mahasiswa termasuk di dalam mahasiswa sipil terpelajar. Potensi kita sebagai generasi muda yaitu dapat berpikir kritis, idealis, memiliki network yang banyak, independen, memiliki semangat, multi disiplin ilmu, dan memiliki keahlian/keprofesian. Peran kita dalam masyarakat adalah sebagai penjaga nilai, agen perubahan, iron stock, dan teladan. Iron stock artinya kita adalah cadangan dari generasi sekarang yang siap ditempa menjadi kuat.
   Di ITB, dikenal budaya kampus sebagai berikut : peduli lingkungan, integritas akademik (seperti tidak menyontek), diskusi, wawasan kebangsaan, apresiasi, inovasi, kewirausahaan, budaya dekat dengan masyarakat, budaya dekat dengan alam, budaya menulis, dan budaya menjadi pemimpin. Arah gerak mahasiswa sendiri terbagi menjadi 2 yaitu vertikal dan horizontal. Contoh gerakan vertikal adalah demonstrasi kepada pemerintah. Sedangkan horizontal seperti pengabdian ke masyarakat miskin.
   Ini adalah struktur Keluarga Mahasiswa ITB. Kongres membawahi tim beasiswa, kabinet, dan MWA-WM (Majelis Wali Amanat-Wakil Mahasiswa). Kemudian ketiga divisi itu membwahi HMJ (Himpunan Mahasiwa Jurusan) dan unit. Dan akhirnya, membawahi seluruh mahasiwa ITB. Kongres berlaku sebagai badan legislatif, yaitu mereka yang membuat keputusan. Keputusan itu akan dijalankan oleh kabinet.
   "Visi saya adalah untuk menjadi engineer yang sukses." Itu pasti merupakan visi dari hampir seluruh anak ITB. Tapi, apa itu visi hidup? Pertama, kita bahas terlebih dahulu tentang hakikat hidup. Untuk apa kita hidup? Apa alasan kita hidup? Itulah hakikat hidup. Hakikat hidup adalah hal yang mendasari kehidupan suatu manusia. Dan alasan tersebut akan membawa kita pada suatu tujuan. Mau apa kita di masa mendatang? Itulah visi hidup kita.
   Di ITB, visi hidup dibuat dengan memperhatikan ketuhanan dan kebebasan substansial. Ketuhanan artinya visi hidup berkaitan dengan cinta kasih, pengorbanan, pelayanan, serta kepercayaan pada rencana Tuhan. Sedangkan, visi hidup kita berkaitan dengan kebebasan substansial artinya dalam mencapai tujuan tersebut, kita hendaknya tidak melanggar hak-hak orang lain.
   Untuk membuat visi hidup, sebaiknya digunakan konsep 'SMART'. 'S' untuk specific, contoh jika ingin seorang menjadi engineer yang sukses, engineer apa yang dimaksud? Engineer otomotif, mesin industri, mesin medik, atau yang lainnya. 'M' untuk measureable, artinya dapat diukur. 'A' untuk action oriented, artinya kita harus mewujudkannya dalam tindakan nyata. 'R' untuk realistic, contoh jangan membuat mimpi ingin menjadi Superman. Dan 'T' untuk time-bound, artinya atur waktu kapan kita harus mecapai tujuan tersebut.